Tentang Jakarta

Dari muara Ciliwung
ke megapolitan.

Seribu enam ratus tahun yang lalu tempat ini sudah berurusan dengan air dan banjir. Hari ini ia menjadi wilayah berpenduduk lebih dari sepuluh juta jiwa. Inilah perjalanannya — dari zaman kerajaan sampai sekarang.

22 Jun 1527Hari jadi kota
661,5 km²Luas wilayah
±10,67 jutaPenduduk (2024)
Foto utama Kota Jakarta

Letak dan bentuk

Sebuah kota di atas muara.

Jakarta duduk di dataran rendah tempat belasan sungai bermuara ke Teluk Jakarta. Ciliwung yang paling tua perannya: di tepinyalah pelabuhan pertama tumbuh, dan menyusuri alirannya pula kota ini merambat ke selatan.

Bentuk itu pula yang menentukan sejarahnya. Muaranya menjadikan tempat ini bandar sejak berabad-abad lalu, tanahnya yang datar memudahkan kota tumbuh ke segala arah, dan airnya — yang membuat Purnawarman menggali kanal pada abad ke-5 dan Belanda membangun kanal pada abad ke-17 — tidak pernah berhenti menjadi urusan yang harus diselesaikan.

Linimasa

Tujuh babak
sejarah Jakarta.

Disusun dari portal resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan lembaga penelitian. Tanggal yang masih diperdebatkan ditulis apa adanya.

01 Abad ke-4 – ke-7

Muara Ciliwung dan Tarumanagara

Sebelum ada pelabuhan dan sebelum ada nama, ada muara. Dataran tempat Jakarta berdiri hari ini adalah endapan sungai-sungai yang bermuara ke Laut Jawa.

  1. ±395–434 M

    Kerajaan Tarumanagara

    Kerajaan bercorak Hindu tertua di Jawa bagian barat berkuasa di lembah Ciliwung dan Citarum. Raja Purnawarman memerintah dari ibu kota yang letak persisnya masih diperdebatkan para ahli.

  2. Abad ke-5 Masehi

    Prasasti Tugu

    Batu bertulis ini ditemukan di Kampung Batutumbuh, Desa Tugu — kini Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Ditulis dengan aksara Pallawa awal berbahasa Sanskerta, isinya mencatat penggalian dua kanal: Candrabhaga dan Gomati.

  3. Tahun ke-22 pemerintahan Purnawarman

    Kanal pertama di dataran ini

    Sungai Gomati digali untuk mengendalikan banjir di musim hujan sekaligus kekeringan di musim kemarau. Urusan air sudah menjadi pekerjaan kota ini sejak seribu enam ratus tahun yang lalu.

  4. Abad ke-7

    Tarumanagara surut

    Kekuasaan berpindah ke Kerajaan Sunda. Muara Ciliwung tetap menjadi pintu keluar-masuk bagi wilayah pedalaman Priangan.

Prasasti Tugu atau lanskap muara Ciliwung
Jejak Tarumanagara di dataran rendah utara Jakarta.
02 Abad ke-14 – 1527

Pelabuhan Sunda Kelapa

Muara itu tumbuh menjadi pelabuhan utama Kerajaan Sunda — pintu tempat lada dari pedalaman keluar dan kapal asing masuk.

  1. Abad ke-14

    Kalapa, bandar Padjadjaran

    Bandar di muara Ciliwung ini dikenal sebagai Sunda Kalapa dan menjadi pelabuhan utama Kerajaan Padjadjaran.

  2. ±1513

    Catatan Tomé Pires

    Musafir Portugis Tomé Pires singgah dan menuliskannya dalam Suma Oriental — salah satu gambaran tertulis tertua tentang bandar ini dari sudut pandang orang luar.

  3. 1522

    Perjanjian Sunda–Portugal

    Kerajaan Sunda dan Portugis bersepakat soal perdagangan dan izin mendirikan benteng. Sebuah padrão — tugu batu penanda — didirikan sebagai buktinya dan kini tersimpan di Museum Nasional.

  4. 22 Juni 1527

    Hari jadi Kota Jakarta

    Pasukan Pangeran Fatahillah menyerang dan merebut Sunda Kalapa, lalu menggantinya dengan nama Jayakarta. Tanggal inilah yang sampai hari ini diperingati sebagai hari jadi Kota Jakarta.

Pelabuhan Sunda Kelapa dengan perahu pinisi
Sunda Kelapa, bandar tertua kota, sampai kini masih beroperasi.
03 1527 – 1619

Jayakarta dan datangnya VOC

Selama hampir satu abad kota ini bernama Jayakarta di bawah pengaruh Banten — sampai sebuah kongsi dagang Belanda memutuskan menjadikannya markas.

  1. Setelah 1527

    Di bawah pengaruh Banten

    Jayakarta berkembang sebagai bandar di bawah Kesultanan Banten dan diperintah seorang wakil penguasa.

  2. 1596

    Kapal Belanda pertama

    Ekspedisi Cornelis de Houtman tiba di perairan Jawa. Dalam waktu singkat pedagang Belanda membuka pos dagang di tepi timur Ciliwung.

  3. 1602

    VOC berdiri

    Vereenigde Oostindische Compagnie dibentuk di Belanda dan mulai mencari satu pangkalan tetap di Asia Tenggara.

  4. 30 Mei 1619

    Jayakarta jatuh

    Jan Pieterszoon Coen memimpin serangan yang menghancurkan Jayakarta. Di atas reruntuhannya sebuah kota baru mulai dibangun.

Peta atau lukisan lama Jayakarta
Jayakarta sebelum kedatangan VOC.
04 1621 – 1799

Batavia, kota kanal

Belanda membangun kota bertembok berkanal seperti di negeri asalnya — dipuji pada mulanya, mematikan pada akhirnya.

  1. 4 Maret 1621

    Stad Batavia

    Belanda mendirikan pemerintahan kolonial dan menamainya Stad Batavia — diambil dari Batavieren, sebutan bagi nenek moyang bangsa Belanda.

  2. Abad ke-17

    Ratu dari Timur

    Kota dibangun dengan kanal, tembok, dan blok yang teratur mengikuti gaya kota Belanda. Batavia menjadi pusat jaringan dagang VOC di Asia dan dijuluki Koningin van het Oosten.

  3. Oktober 1740

    Geger Pacinan

    Kerusuhan besar di dalam tembok kota menewaskan ribuan warga Tionghoa. Setelah peristiwa itu permukiman Tionghoa dipindahkan ke luar tembok, ke kawasan yang kini dikenal sebagai Glodok.

  4. Akhir abad ke-18

    Kanal yang berbalik menyerang

    Kanal-kanal yang mampat berubah menjadi sarang nyamuk. Wabah penyakit membuat kota lama ditinggalkan dan penduduknya bergeser ke selatan.

  5. 31 Desember 1799

    VOC bubar

    Kongsi dagang itu bangkrut dan seluruh wilayah kekuasaannya diambil alih pemerintah Belanda.

Kawasan Kota Tua — sisa inti kota Batavia abad ke-17.
05 1808 – 1942

Kota bergerak ke selatan

Kota lama ditinggalkan, pusatnya pindah ke selatan, lalu tumbuh menjadi ibu kota Hindia Belanda dengan trem, kereta, dan permukiman taman.

  1. 1808–1811

    Daendels merombak kota

    Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels membongkar tembok dan sebagian bangunan kota lama, lalu memindahkan pusat pemerintahan ke Weltevreden — kawasan di sekitar Lapangan Banteng dan Medan Merdeka hari ini.

  2. 1 April 1905

    Gemeente Batavia

    Batavia memperoleh status kotapraja dengan dewan kota sendiri — untuk pertama kalinya ia diurus sebagai kota modern.

  3. Dekade 1910-an

    Menteng

    Permukiman taman pertama yang dirancang terencana di Hindia Belanda dibangun di selatan pusat kota, lengkap dengan jalan melengkung dan taman-taman kecil.

  4. 8 Januari 1935

    Stad Gemeente Batavia

    Status kota ditingkatkan kembali seiring pertumbuhan penduduk dan meluasnya wilayah terbangun.

Weltevreden, pusat kota baru yang dibangun setelah Batavia lama ditinggalkan.
06 1942 – 1949

Nama Jakarta dan Proklamasi

Dalam tujuh tahun kota ini berganti nama, menyaksikan kemerdekaan diproklamasikan di halaman sebuah rumah, lalu sempat kehilangan status ibu kota.

  1. 8 Agustus 1942

    Batavia menjadi Jakarta

    Pemerintah pendudukan Jepang mengganti nama kota menjadi Jakarta Tokubetsu Shi. Nama Batavia hilang dari peta dan tidak pernah kembali.

  2. 17 Agustus 1945

    Proklamasi Kemerdekaan

    Soekarno membacakan teks proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur No. 56. Lokasi itu kini menjadi kawasan Tugu Proklamasi.

  3. September 1945

    Pemerintah Nasional Kota Jakarta

    Jakarta menjadi pusat politik dan pemerintahan Republik yang baru berdiri.

  4. 1946–1949

    Ibu kota berpindah sementara

    Di tengah agresi militer Belanda, pusat pemerintahan Republik dipindahkan ke Yogyakarta. Jakarta baru sepenuhnya kembali setelah pengakuan kedaulatan pada akhir 1949.

Tugu Proklamasi menandai tempat kemerdekaan dibacakan.
07 1950 – sekarang

Jakarta hari ini

Dari kota berpenduduk kurang dari dua juta jiwa menjadi salah satu wilayah metropolitan terbesar di dunia — dan, sejak 2024, tidak lagi berstatus ibu kota negara.

  1. 28 Maret 1950

    Praja Jakarta

    Nama dan susunan pemerintahan kota ditata ulang setelah pengakuan kedaulatan.

  2. 22 Juni 1956

    Nama Jakarta dikukuhkan

    Nama kota ditetapkan secara resmi — pada tanggal yang sama dengan hari jadinya.

  3. 1961–1962

    Monumen dan Asian Games

    Pembangunan Monumen Nasional dimulai, disusul Gelora Bung Karno dan Monumen Selamat Datang untuk Asian Games IV tahun 1962. Wajah pusat kota yang kita kenal sekarang sebagian besar lahir pada dekade ini.

  4. 31 Agustus 1964

    Ibu kota negara

    Jakarta ditetapkan secara resmi sebagai ibu kota Republik Indonesia.

  5. 30 Juli 2007

    DKI Jakarta

    Undang-undang menetapkan kedudukan Jakarta sebagai Daerah Khusus Ibukota, dengan kekhususan sebagai ibu kota negara.

  6. 24 Maret 2019

    MRT Jakarta beroperasi

    Jalur pertama Lebak Bulus–Bundaran HI diresmikan, lebih dari tiga puluh tahun setelah gagasannya pertama kali muncul pada 1985.

  7. 25 April 2024

    Daerah Khusus Jakarta

    Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 mulai berlaku. Seiring perpindahan ibu kota negara ke Nusantara, Jakarta beralih status menjadi Daerah Khusus Jakarta dan diarahkan sebagai pusat perekonomian nasional.

Jakarta hari ini: pusat perekonomian berpenduduk lebih dari sepuluh juta jiwa.

Setelah membaca, datangi

Lihat sendiri kotanya
lewat virtual tour.

Lihat semua destinasi