Muara Ciliwung dan Tarumanagara
Sebelum ada pelabuhan dan sebelum ada nama, ada muara. Dataran tempat Jakarta berdiri hari ini adalah endapan sungai-sungai yang bermuara ke Laut Jawa.
-
±395–434 M
Kerajaan Tarumanagara
Kerajaan bercorak Hindu tertua di Jawa bagian barat berkuasa di lembah Ciliwung dan Citarum. Raja Purnawarman memerintah dari ibu kota yang letak persisnya masih diperdebatkan para ahli.
-
Abad ke-5 Masehi
Prasasti Tugu
Batu bertulis ini ditemukan di Kampung Batutumbuh, Desa Tugu — kini Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Ditulis dengan aksara Pallawa awal berbahasa Sanskerta, isinya mencatat penggalian dua kanal: Candrabhaga dan Gomati.
-
Tahun ke-22 pemerintahan Purnawarman
Kanal pertama di dataran ini
Sungai Gomati digali untuk mengendalikan banjir di musim hujan sekaligus kekeringan di musim kemarau. Urusan air sudah menjadi pekerjaan kota ini sejak seribu enam ratus tahun yang lalu.
-
Abad ke-7
Tarumanagara surut
Kekuasaan berpindah ke Kerajaan Sunda. Muara Ciliwung tetap menjadi pintu keluar-masuk bagi wilayah pedalaman Priangan.